Aufklarung Tour
  • Home
  • Kata Pengantar
  • Objek Wisata
    • Danau
    • Air Terjun
    • Gunung
    • Air Panas
    • Taman
    • Goa
  • Paket Wisata
  • Tour Gats
  • Hubungi Kami
Tampilkan postingan dengan label Danau. Tampilkan semua postingan


Tak ada habisnya memang jika kita mencari tempat-tempat indah untuk dijadikan sebagai destinasi wisata dan liburan. Menemukan tempat dengan keindahan yang sangat mengagumkan, nuansa yang tenang dan menyegarkan pikiran mungkin menjadi agenda utama bagi para pecinta traveling atau jalan-jalan. Dari sekian banyak tempat yang indah mungkin anda pernah mendengar istilah tempat sureal, istilah sureal mengacu pada suatu hal yang terasa seperti imajinasi atau di luar kenyataan. Sehingga jika ada istilah tempat sureal maka istilah tersebut mengacu pada sebuah lokasi yang memiliki nuansa seperti di luar kenyataan atau lebih tepatnya seperti dalam cerita dan dongeng.  

Beberapa tempat dikatakan sureal karena keadaan alamnya yang sangat mengagumkan dan tak terbayang bisa ada dalam kenyataan. Berbicara mengenai lokasi yang sureal dan liburan, maka sepertinya anda harus melihat sebuahlokasi yang terdapat di Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi, Kerinci,  bernama Danau Kaco.
Danau Kaco merupakan sebuah telaga atau danau yang terdapat di dalam hutan Taman Nasional Kerinci Seblat dengan keindahan yang sangat memukai dan mengagumkan. Meskipun dengan luas yang terhitung sangat kecil tidak seperti kebanyakan danau lainnya, namun justru keindahannya sangatlah mengagumkan, mungkin Danau Kaco termasuk dalam salahsatu lokasi di dunia ini yang bisa disebut sebagai lokasi sureal. Kaco sendiri dalam bahasa daerah berarti kaca, di mana hal tersebut menggambarkan bagaimana keindahan danau tersebut dengan air yang teramat bening bahkan diibaratkan sebagai kaca. 
Keindahan Danau Kaco seakan terselubung dan tersembunyi di balik lebatnya hutan. Sebagai gambaran awal sebelum anda benar-benar berkunjung, Danau Kaco memiliki air yang teramat bening dengan bias warna biru yang terlihat dari atas. Warna indah tersebut sangat kontras dengan keadaan sekitar yang penuh dengan pepohonan berwarna hijau alami. Beningnya air danau akan membuat anda dapat dengan leluasa melihat ikan yang berenang di dalam air dengan bebasnya, dengan jumlah sangat banyak dan terlihat dengan sangat jelas. Meskipun demikian hingga kini kedalaman danau ini masih belum dapat diketahui. Upaya penelitian masih belum diteruskan sebab menurut penelitian terakhir dasar danau masih belum bisa tersentuh dan terlihat meskipun pada saat itu oksigen dalam tabung yang digunakan oleh penyelam sudah habis. 
Dengan keindahan yang sangat mengagumkan bak negeri dongeng, Danau Kaco juga tidak lepas dari sebuah mitos yang menyertai di mana danau tersebutmenjadi bening karena alkisah seorang putri yang teramat cantik pernah ditenggelamkan di danau tersebut bersama banyak sekali mahar yang diberikan oleh pemuda-pemuda yang berniat menikahinya karena keserakahan dari ayah sang putri yang bernama Raja Gagak.

Menuju Danau Kaco mungkin bukan suatu hal yang mudah, sebab letaknya berada di dalam lebatnya hutan Taman Nasional Kerinci. Meskipun demikian justru hal tersebutlah yang membuat indahnya Danau Kaco menjadi semakin berarti dan layak untuk dinikmati, sebab anda harus berusaha dahulu berjalan dan treking melintasi rimbunnya pepohonan dan semak belukar sebelum menikmati ketenangan dan keindahan dari danau sureal yang satu ini. Mengunjungi Danau Kaco akan menjadi tantangan sendiri bagi para wisatawan, dan mungkin menjadi kesenangan tersendiri bagi anda yang berjiwa petualang dan penyuka petualangan.  
Kegiatan utama yang bisa anda lakukan selama berwisata dan menangkan diri di sekitar Danau Kaco adalah berenang. Anda bisa menikmati kesejukan air yang alami dengan pemandangan bawah air yang terlihat dengan sangat jelas. Anda akan merasa berenang bersama banyak ikan dan pepohonan tumbang yang terlihat sangat jelas di dalam air danau. Setelah lelah berenang dan menyelami indahnya air danau bening ini anda bisa segera membuka perbekalan yang sudah anda siapkan. Menyantap perbekalan di pinggir danau biru nan bening ditemani suara-sura khas hutan yang alami akan menjadi rekreasi batin yang sangat menenangkan bagi anda. 
Kegiatan lain yang tidak kalah menyenangkan adalah berkemah di samping danau. Dengan lokasi yang cukup luas dan terbuka di pinggir danau, anda beserta rekan perjalanan bisa membuka tenda sembari memandangi keindahan Danau Kaco yang akan teramat indah di malam hari. Perlu dikatahui jika Danau Kaco akan terlihat berkilau di malam hari bak berlian, terlebih jika anda mengunjungi Danau kaco pada saat bulan purnama di mana cahaya dan sinar dari bulan tersebut menyinari air danau dan kemudian dibiaskan menjadi warna biru yang teramat indah.

Keindahan Danau Kaco juga bisa menjadi objek menarik bagi anda penghobi kamera, sebab keindahannya sangat layak diabadikan dalam lensa kamera anda, untuk kemudian bisa ditunjukan kepada teman sahabat atau keluarga bahwa Indonesia memiliki keindahan yang tidak pernah ada habisnya dan bahkan bisa diibaratkan sebagai sebuah lokasi bak negeri dongeng.
Lihat Video si Bolang di Danau Kaco, Klik Disini

Salah satu andalan objek wisata di Provinsi Jambi yaitu Danau Gunung Tujuh. Danau ini terletak di Gunung Tujuh dan terjadi karena letusan gunung tersebut pada ratusan tahun yang lalu. Danau Gunung Tujuh merupakan danau tertinggi se-Asia Tenggara, dengan ketinggian 1.950 mdpl. Danau ini merupakan sumber mata air dari Sungai Batang Sangir serta Air Terjun Telun Berasap.
Matahari Terbit Danau Gunung Tujuh JambiDiberi nama Gunung Tujuh, karena danau ini dikelilingi oleh barisan pegunungan yang berjumlah tujuh buah. Yaitu Gunung Tujuh dengan ketinggian 2.735 mdpl, Gunung Jar Panggang dengan ketinggian 2.469 mdpl, Gunung Madura Besi dengan ketinggian 2.418 mdpl, Gunung Hulu Tebo dengan ketinggian 2.525 mdpl, Gunung Lumut dengan ketinggian 2.350 mdpl, Gunung Hulu Sangir dengan ketinggian 2.330 mdpl serta Gunung Selasih yang memiliki ketinggian 2.230 mdpl.
Memiliki kondisi alam yang masih alami, karena belum banyak wisatawan yang datang ke tempat wisata di Pulau Sumatera ini. Daya tarik dari danau ini yaitu panorama keindahan yang alami dan berhawa sejuk, karena berada di daerah pegunungan, seperti Telaga Sarangan yang ada di Pulau Jawa. Selain itu, airnya yang jernih akan membuat mata Anda terasa segar. Jika Anda ingin menjelajah danau ini, Anda bisa menyewa perahu dari masyarakat di sekitar danau yang juga berprofesi sebagai nelayan.
keindahan Danau Gunung Tujuh JambiDi sekitar danau, terdapat beberapa tempat dengan hamparan pasir layaknya berada di pantai. Tempat tersebut, biasanya digunakan oleh wisatawan untuk mendirikan tenda dan bermalam di danau ini. Mereka sengaja bermalam di tempat tesebut. karena ingin melihat pesona matahari terbit di Danau Gunung Tujuh.
Sepertinya anda harus mencoba sebuah lokasi indah yang terletak di puncak Gunung Tujuh, sebuah gunung yang terletak di belakang Gunung Kerinci. Lokasi indah itu bernama Danau Gunung Tujuh. Bagi anda pecinta alam atau pendaki gunung mungkin akan lebih memilih mendaki Gunung Kerinci dengan segudang reputasinya yang mengagumkan, namun bagi anda yang hanya sekedar ingin menikmati keindahan alam dari ketinggian bisa memilih Gunung Tujuh dan Danau Gunung Tujuh sebagai pilihan lain. 
Meskipun demikian dijamin anda tidak akan merasa kecewa, karena Danau Gunung Tujuh sendiri merupakan sebuah danau yang disebut-sebut sebagai danau yang memiliki posisi tertinggi di wilayah Asia Tenggara. Memiliki ketinggian hampir mencapai 2 kilometer dpl anda akan menemukan sebuah oase kesejukan yang tentunya mengagumkan dan menjadi pengalaman tak tergantikan. Bisa dibayangkan betapa indahnya alam yang terhampar dengan air yang tentunya sangat sejuk dan dingin dengan ketinggian yang cukup mengagumkan itu. 
Tercipta dari letusan gunung tujuh bertahun lalu lamanya, lokasi ini terasa sangat alami dan menawan, tak hanya biasa digunakan sebagai tempat melepas kepenatan, bahkan lokasi ini juga menjadi lokasi bagi masyarakat sekitar untuk mencari mata pencaharian dengan mencari ikan. 
Dengan segalakeindahan yang dimiliki, Danau Gunung Tujuh juga tidak lepas dari mitos masyarakat yang beredar mengenai berdiamnya sepasang naga juga makhluk halus berwujud harimau. Keunikan lain yang dimiliki oleh danau ini adalah airnya yang sangat bersih dan cukup jernih, di mana anda akan jarang melihat daun yang mengambang dan menotori permukaan danau, dan membuat danu ini tetap bersih. Bahkan dengan segala pesona dan misteri yang dimiliki masyarakat sekitar menyebutnya sebagai Danau Para Dewa.
 Lihat Video di Danau Gunung tujuh, Klik disini

Pagi ini, Kerinci berselimut tebal awan hitam. Membuat siapapun masih setia untuk bermalas-malasan. Namun, karena ini adalah hari terakhir saya di Kerinci. Jadi tidak ada waktu untuk berleha-leha. Rugi rasanya jika di Kerinci namun belum menikmati semua keindahan alamnya. Dan tujuan saya di hari terakhir ini adalah Aroma Pecco, sebuah tempat rekreasi alam di Kayu Aro. Jika Kayu Aro dengan hamparan tehnya adalah dunia, maka Aroma Pecco yang berada ditengah-tengah nya bisa diibaratkan surga di dunia. Bak oase ditengah permadani hijau yang ditumbuhi pohon tinggi menjulang membentuk sebuah barisan yang tertata rapi. Habitat bagi burung-burung yang hendak singgah diantara kebun teh.

            Saya terkesima, dan tak percuma menembus hujan yang teramat dingin pagi ini. Perlahan ketika memasuki daerah Kayu Aro, awan-awan hitam berarak mesra, sang surya perlahan merangkak menuju singgasana. Hamparan hijau pucuk teh yang masih lembab tertimpa hujan perlahan mulai berubah sejengkal demi sejengkal. Udara khas pegunungan ini sudah mulai terasa ketika menginjakan kaki di belokan pertama memasuki daerah Kayu Aro.
 
Daun-daun teh yang menggulung itu berpadu membentuk sebuah kesatuan lanskap hijau berkontur membentang luas. Hamparan teh terluas di dunia ini kini menjadi salah satu aset negara dibawah PT PN V Bedeng 8 yang dahulu dirintis oleh pihak Belanda. Pabrik pengolahan teh dan perumahan karyawan juga terdapat di area perkebunan ini. Sementara rumah-rumah milik warga terdapat di desa-desa yang menyatu dalam perkebunan teh. Teh atau Camellia sinensis adalah tanaman dataran tinggi yang pertama kali dipopulerkan sejak ribuan tahun yang lalu oleh bangsa China. Dan Kerinci yang merupakan daerah dataran tinggi merupakan tempat yang pas untuk tumbuhnya tanaman teh.  

            Sebelum ke Aroma Pecco saya berbelok menuju Desa Bento yang terletak disebelah kanan jalan raya. Tujuannya adalah untuk melihat kehidupan masyarakat desa yang rata-rata bekerja sebagai petani. Tanah yang sangat subur bisa ditanami apa saja. Selain kebun teh, juga terdapat tanaman lain seperti kol, wortel dan sebagainya. Dan prediksi saya, hanya orang malas lah yang tidak akan sukses di tempat seperti ini. Kehidupan di desa terasa sangat lambat. Pada pagi hari seperti ini, desa teramat sepi. Warga semuanya sedang berada di kebun masin-masing untuk bekerja, yang terlihat ramai hanya di SD dimana anak-anak sedang terlihat begitu riang berlari kesana kemari. Masa kecil yang sangat indah, ditengah padang teh yang sangat luas.Terus melaju mengikuti jalan raya, semakin lama pemandangan hamparan kebun teh yang luas semakin terlihat. Berada di tempat tertinggi Desa Bento terdapat beberapa pohon menjulang seolah menjadi pembatas. Menikmati segarnya udara pagi yang masih asri.
           
            Setelah puas menikmati pemandangan dari Desa Bento, saya melanjutkan ke Aroma Pecco tujuan utama saya. Dari Desa Bento dibutuhkan waktu kira-kira hanya 5 menit untuk sampai di gerbang yang terletak di pinggir jalan raya. Gerbang yang terbuat dari kayu ini sering juga menjadi tempat berhenti pengendara yang ingin istirahat setelah melakukan perjalanan. Sebelahnnya terdapat sebuah bangunan yang sudah tidak terawat lagi yang dahulunya digunakan sebagai tempat pengambilan karcis atau pos penjagaan. Kondisinya yang rusak diperparah dengan banyaknya tindakan vandalisme yang mencoret-coret dinding bangunan. Dari gerbang masuk perjalanan dilanjutkan melewati hamparan kebun teh dengan jalanan yang masih berdebu karena belum teraspal. Sesampainya di ujung jalan, berbelok ke arah kanan sehingga akan menjumpai plang nama selamat datang di taman wisata Aroma Pecco. 
 
            Sesampainya di taman wisata ini, ada dua orang bapak-bapak yang sedang membersihkan halaman dan juga betugas sebagai penjaga. Untuk masuk ke area ini hanya dikenai tiket sebesar Rp 3000 sekaligus sebagai biaya parkir. Di tempat parkir terdapat sebuah bangunan mirip seperti atap rumah tradisional jambi namun dengan ukuran lebih kecil. Suasana pagi di Aroma  Pecco cukup lengang dan sepi sehingga saya bisa bebas mengeksplor area ini.  di area ini terdapat sebuah danau dengan dek diatasnya sebagai objek utama. Dahulu danau ini sering juga dijadikan sebagai tempat berperahu. Namun saat ini saya tidak menyaksikan adanya perahu di samping nya. Menurut  bapak penjaga taman wisata ini, biasanya Aroma Pecco akan ramai jika musim libur atau setelah Idul Fitri dan biasanya fasilitas akan banyak ditambah. Danau di tengah kebun teh ini ibarat surga bagi para pejalan untuk singgah melepas kepenatan. Walau ukurannya tidak terlalu besar namun cukup memukau mata. Sebuah dek yang terdapat diatasnya kondisinya kurang terlalu bagus, beberapa bagian papan penyangga terlihat sudah mulai lapuk dan bolong.

            Kondisi topografi Aroma Pecco yang beragam dimanfaatkan sebagai tempat bersantai dengan sebuah bangku yang terbuat dari semen. Dibeberapa bagian lain, terdapat bangunan yang digunakan sebagai warung. Namun sayangnya saat ini sedang ditutup karena bukan musim liburan. Disekeliling danau terdapat sebuah jalan kecil yang mengitari nya dari ujung ke ujung dengan bunga-bunga disebelahnya. Ke Kayu Aro, rasanya tidak akan lengkap jika belum menggunjungi taman wisata Aroma Pecco ini. Sebuah surga tersembunyi di hamparan permadani hijau kebun teh.

Tebat Gedang Belui berlokasi di atas bukit berisan. Untuk menuju lokasi ini menggunakan kendaraan Roda dua dan Roda Empat melewati lajur dari sungai penuh ke arah tapan dan juga bisa menggunakan lajur melewati Kampus 2 STIA-STIE. Berada dipronama alam ini membuat hati menjadi sejuk karena suasana yang tenag dan damai. Di Tebat gedang ini wisatawan bisa menikmati keindahan alam yang ditumbuhi pohon-pohon pinus ini. Kegiatan yang dapat dilakukan disini bersantai bersama keluarga, Berenang, dan memancing. Tempat ini sangat cocok dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati kesegaran alam Kerinci di pagi dan siang hari.
Dari cerita rakyat bahwa tempat ini dahulunya tidak bisa dikunjungi menggunakan kendaraan, Dimana masyarakat mengunjungi lokasi ini dengan jalan kaki. Yang sering membuat kegiatan disini seperti kegiatan perkemahan oleh anak pramuka maupun organisasi lainnya.


Pesona Wisata Jambi merupakan salah satu kabupaten di Pulau Sumatra yang memiliki wisata alam sangat indah khusunya di daerah Kabupaten Kerinci.merupakan daerah yang memiliki banya potensi wisata alam di propinsi Jambi. Untuk menuju Kabupaten Kerinci kita harus menempuh perjalan selama 11 jam dari Jambi dengan jarak tempuh kurang lebih 400 Km.Daerah Kerinci merupakan daerah pegunungan yang masih diselimutin hutan hijau yang lebat dan memiliki udara yang sejuk.
Pesona Wisata Jambi Danau Belibis
Pesona Wisata Jambi Danau Belibis
Daerah ini banyak dialiri anak sungai yang memiliki air yang jernih dan segar. Berbicara mengenai tempat wisata alam di jambi, Kerinci memiliki beberapa tempat wisata alam berupa danau yaitu danau Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Danau Belibis, Danau Kaco, dan Danau Lingkat. Beberapa Pesona Wisata Jambi danau ini masing memiliki keindahan dan daya tarik tersendir untuk wisatwan yang ingin menikmati wisata alam di jambi.
Gunung Kerinci merupakan suatu gunung tertinggi di pulau Sumatra yang lebih kurang tingginya 3805 m. yang terletak di ds. kersik tua kab. kerinci Jambi. daerahnya sangat dingin karena berada di ketinggian 1500 DPL dan konon katanya di G kerinci tersebut mempunyai anak gunung yang namanya Pesona Wisata Jambi Gunung Ayam yang terkenal sangat angker dan misteri, dan di sekitar gunung tersebut terhampar perkebunan teh yang sangat luas yang menambah keindahan dibalik kekeramatan yang akhirnya sngat menjahadi perhatian dan mengundang masarakat di seluruh plosok penjuru.
Gunung Ayam salah satu gunung yang letaknya di kaki gunung Kerinci yang mempunyai tingkat misteri yang sangat kuat ada kaitanya dengan gunung kerinci, dimana dihamparan Pesona Wisata Jambi gunung tersebut banyak berserakan telur ayam namun tak satu pun orang berani mengambilnya karena sangat-amat keramatnya sehingga apabila diambil akan berakibat fatal bagi yang menambilnya.
Keunikan dan keanehan yang pernah terjadi di daerah tersebut antara lain , pada suatu hari skelompok orang pekerja pemetik teh hilang satu group kurang lebih 20 orang hingga sampai sekarang tidak pernah diketemukan, dan anenhya lagi sampai saat ini apabila jam 10 pagi di gunung tersebut terdengar suara pluit seakan-akan tiba waktunya untuk menimbang teh hasail petikanya padahal di gunung ayam sangat jauh jaraknya dari Pesona Wisata Jambi perkebunan, adapun yang lainya apabila orang mengambil telur-telur yang ada maka orang tersebut tidak akan bisa pulang dan terus keliling dan mengelilingi gunung tersebut dan tidak kan akan menemukan jalan pulang.

Keindahan Danau Belibis

Pesona Wisata Jambi Kumpulan Belibis Danau Belibis
Pesona Wisata Jambi Kumpulan Belibis Danau Belibis
Danau belibis merupakan danau yang terletak berdekatan dengan gunung ayam, dan tak kalah menariknya dg misteri gunung ayam. Pesona Wisata Jambi Danau belibis suatu danau kecil yang seluruh permukaanya hampir tertutup dengan belibis-belibis yangh hidup di daerah tersebut, dan uniknya lagi di tengah-tengah danau tsb. ada pulaau yg terapung yangh berputar-putar mengelilingui danau yang konon katanya pulau tsb. sering menyeret hanyut seseorang yang dikehendaki sungguh mengerikan tapi sangat menarik perhatian masyarakat.
Danau belibis, sesuai dengan namanya, dimana di danau itu banyak terdapat sebuah populasi belibis yang hidup di sekitar danau. Pesona Wisata Jambi Danau belibis terletak di atas ketinggian lebih dari 1000 mdpl tepat berada di kaki gunung kerinci. Yang merupakan gunung berapi aktif tertinggi  di Indonesia dengan ketinggian 3805 mdpl. Yang secara geografis berada dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat, kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Pesona Wisata Jambi Pesona Danau Belibis
Pesona Wisata Jambi Pesona Danau Belibis
Dilihat secara geografis, danau belibis merupakan danau tektonik yang terjadi akibat aktivitas gunung berapi, hal ini dapat kita lihat dari posisinya yang tepat berada di puncak sebuah bukit. Pesona Wisata Jambi Danau ini merupakan danau air tawar, meskipun kualitas air yang tidak terlalu banyak namun tetap selalu ada. Dipinggiran danau masih terdapat berbagai satwa alam yang masih terjaga, antara lain burung-burung hutan, kera-kera, monyet, dan sebagainya. Termasuk beberapa hewan yang cukup berbahaya seperti ular, harimau, yang sekarang jarang ditemui.

Pesona Wisata Jambi Misteri Danau Belibis

Bagi masyarakat kayu aro, Pesona Wisata Jambi Danau Belibis bukanlah danau biasa. Akan tetapi merupakan danau yang memiliki sejuta cerita dan misteri. Disamping juga jarang sekali orang-orang yang berkunjung ke danau tersebut, menambah misteriusnya danau tersebut. Inilah kisah Danau Belibis yang diceritakan banyak oleh orang tua zaman dulu “ Bahwa Belibis-Belibis penghuni Danau Belibis, merupakan perwujudan dari Manusia-manusia yang sempat hilang di danau tersebut.
Keindahan Danau Belibis Pesona Wisata Jambi
Keindahan Danau Belibis Pesona Wisata Jambi
Mereka adalah sekelompok pekerja dalam satu mandoran, atau satu kelompok, ketika mengadakan sebuah kunjungan ke Danau Tersebut. Mereka semua tidak ada yang pulang kerumah, dan menjadi belibis penunggu danau”. Hal itu terjadi, ketika awal muasal pembukaan Pesona Wisata Jambi Perkebunan Teh oleh belanda pada zaman dahulu.Akan tetapi cerita tersebut semakin digali semakin panjang bahkan semakin menggelitik serta membuat bulu kuduk yang mendengarnya langsung berdiri.
Danau Belibis termasuk danau kaldera dengan luas sekitar 2 ha. Danau ini terletak di lereng Gunung Kerinci yang berhutan lebat. Kondisi alam pegunungan disekitar danau masih asli dan merupakan salah satu obyek wisata yang mempunyai daya tarik khusus untuk dikunjungi. Pesona Wisata Jambi Danau yang indah ini dengan dikellingi oleh tebing-tebing curam merupakan tempat minum berbagai jenis satwa dan tempat berkumpulnya belibis. Danau Belibis dapat dicapai melalui Desa Gunung Labu atau Desa Kebun Baru. Jarak tempuh dari Kota Sungai Penuh lebih kurang 52 km.
Danau Belibis dan Gunung Kerinci Pesona Wisata Jambi
Danau Belibis dan Gunung Kerinci Pesona Wisata Jambi
Masyarakat yang mendiami kaki Kerinci di Kecamatan Kersik Tuo mayoritas beragama Islam dengan Suku Kerinci dan Suku Jawa. Suku Kerinci merupakan suku asli setempat Bahasa, adat, dan kultur sekilas mirip dengan Suku Minang di Sumatera Barat. Dan memang menurut cerita orang tua setempat, kedua suku ini memiliki “akar” yang sama. Sedangkan Suku Jawa merupakan transmigran dari Pulau Jawa yang dibawa di zaman penjajahan Belanda untuk dipekerjakan di perkebunan teh. Saat ini di kaki Kerinci masih terdapat perkebunan teh. Pesona Wisata Jambi Produk teh dari kaki Kerinci yang dijual di pasaran dikenal dengan nama Teh Kerintji atau Teh Kersik Tuo.
Sumber mata pencaharian warga di kaki Kerinci selain berkebun teh adalah berladang sayuran(kentang, wortel, kol, dll), bersawah (tanam padi), dan juga beternak (sapi, kerbau, kambing, ayam). Beternak bagi warga merupakan sambilan untuk membantu penghidupan, bukan sebagai mata pencaharian utama. Seperti kerbau untuk membajak sawah, sapi untuk menarik pedati, ayam untuk diambil telur dan bulunya, serta kambing dan ayam sesekali dipanen untuk dijual atau dikonsumsi.Pesona Wisata Jambi
 
Lihat Video, Klik disini


Danau Duo terletak di Lempur Gunung Raya, yang terletak di kaki Gunung Batuah. Untuk mencapai danau duo dari Simpang Empat Lempur dengan masa tenggang perjalanan dengan jalan kaki sekitar 2 jam, namun kalau menggunakan sepeda motor (khusus untuk cross country) diperlukan waktu sekitar 45 menit, dengan jarak sekitar 8 km dari ibukota kecamatan Gunung Raya (Lempur).

Danau ini pada waktu musim kemarau dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat medannya tidak telalu berat, hanya saja kondisi jalan masih sangat buruk, sudah dibuka akses kesana dengan menggunakan eskavator namun karena belum disentuh oleh pengerasan makanya kondisi jalan tersebut semakin lama semakin jelek.Perjalanan dari sampai dengan persimpangan Danau Nyalo dengan kondisi jalan yang sangat bagus sudah beraspal, namun sampai dengan simpang danau Nyalo, dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan lebih sering digunakan jalur track menelusuri kaki Gunung Batuah, umumnya melalui perladangan kulit manis penduduk.


DANAU LINGKAT adalah sebuah Danau yang masih alami. Danau ini terletak di pinggiran hutan Taman Nasional Kerinci Seblat yang berdekatan dengan Desa Lempur Mudik. Luasnya mencapai kurang lebih sekitar 12 ha dan berada pada ketinggian 1.100 m dpl. Hal yang menarik pada obyek wisata danau ini, yakni masih dapat didengar suara binatang, seperti, Siamang dan yang lainnya ketika matahari mulai bersinar. Menjelajahi danau dengan rakit dan melihat batu yang unik berwarna-warni didasar danau yang dapat dilihat dari permukaan air. Orang menyebutnya Batu Belang.
Danau yang airnya berwarna hijau pekat tersebut dapat ditempuh dengan sepeda motor maupun mobil. Dari Desa Lempur perjalanan hanya butuh waktu sekitar 10 menit, atau sekitar 1 jam dari Kota Sungai Penuh. Danau ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal setiap hari raya dan hari-hari libur.
Keindahan alam Danau Lingkat sungguh menawan dan mengundang decak kagum bagi yang melihatnya. Disamping airnya yang berwarna hijau, di sekitar lokasi ini pun, sangat banyak ditemukan jajaran pepohonan yang daunnya terdapat “Kantong Semar”, yang kini banyak diburu para pengusaha maupun pelancong untuk dijual keluar negeri.

Lihat Video, klik disini

Alam Provinsi Jambi kian mempesona dengan adanya Danau Kerinci. Kehadirannya semakin menambah takjub lukisan nyata Gunung Raja yang menjulang dan menjadi latarbelakang pemandangan yang menawan. Kilauan Air yang jernih membuat mata tidak pernah bosan menatap salah satu keindahan ciptaan Tuhan yang ada di Pulau Sumatera.
Pemandangan Danau Kerinci, SumateraDanau Kerinci terbentang di kaki Gunung Raja, di Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Di Provinsi Jambi, Danau Kerinci merupakan danau terbesar yang memiliki luas 4.200 Hektar dengan kedalaman 110 Meter Sedangkan ketinggiannya mencapai 783 Meter di atas permukaan laut dan memiliki kelililing sepanjang 70 Km.
Menurut para peneliti geologi, Danau Kerinci adalah bagian daripada lembah Gunung Kerinci. Lembah ini kemudian terbentuk karena letusan-letusan kecil yang diakibatkan oleh gunung berapi dan penurunan Pegunungan Bukit Barisan. Kemudian, air yang ada di gunung mengisi lembah ini sehingga terbentuklah sebuah danau yang berukuran besar. Dalam ribuan tahun, proses tersebut mampu memperkecil ukuran danau hingga berubah menjadi danau Kerinci dengan perairannya yang melintasi sungai Batang Merangin. Wilayah ini merupakan alur patahan Sumatera, sehingga secara periodik terjadi gempa tektonik yang merupakan akibat gerakan bagian–bagian dari lithosfera yang mendapat tekanan horizontal berlawanan arah.

Danau yang berada di Kabupaten Kerinci ini merupakan danau terbesar kedua di Sumatra, setalah Danau Toba. Selain pemandangannya yang sangat menawan, danau ini juga berfungsi sebagai salah satu sumber daya air di Kabupaten Kerinci dan Provinsi Jambi. Air di danau ini mampu untuk menyuplai kebutuhan air masyarakat, baik untuk pertanian, maupun kebutuhan air minum.
Salah satu Festival Masyarakat Peduli Danau KerinciPemerintah Daerah menjadikan danau ini sebagai destinasi wisata utama di Jambi. Danau yang menyimpan legenda Calupat dan Calungga ini menjadi tempat berlangsungnya Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) yang diadakan setiap tahun. Festival tahunan ini sudah dimulai sejak tahun 1999. Kegiatannya adalah menampilkan berbagai macam atraksi kesenian masyarakat Jambi sebagai suguhan untuk para wisatawan yang datang berkunjung.
Jika Anda melepaskan pandangan ke tengah danau, maka akan terlihat perahu-perahu kecil nelayan yang sedang mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan ikan bagi masyarakat Kerinci. Cara yang dilakukan untuk menangkap ikan juga masih tergolong tradisional, karena untuk menjaga kealamian Danau. Hebatnya, penangkapan ikan yang dilakukan pada malam hari biasa dilakukan tanpa menggunakan alat bantu pernafasan. Sementara itu Usaha perikanan di Danau Kerinci menghasilkan sebanyak 780 Ton ikan pertahun.
Di kawasan ini Anda juga akan melihat sekumpulan burung-burung seperti burung belibis dan menjadi tempat minum berbagai jenis satwa. Menarik bukan, melihat keindahan alam ditemani satwa-satwa yang ramah dalam perjalanan wisata Anda.
Sementara desa-desa yang berada di sekitar danau, ditemukan sejumlah batu berukir yang dipercaya sebagai peninggalan manusia megalit yang hidup ribuan tahun lalu. Penemuan tersebut menunjukan ada peradaban yang pernah berkembang disini dan bisa menjadi kajian sejarah khasanah negeri.
Video di Danau Kerinci, Klik disini
Postingan Lama

Get Connected

  • Twitter
  • Facebook
  • Pinterest
  • Google Plus
  • Instagram
  • Soundcloud
  • Flickr
  • YouTube

(C) SimplexDesign 2014 - Simplex Magazine 2 Template - Powered By Blogger | Blogger Templates