Aufklarung Tour
  • Home
  • Kata Pengantar
  • Objek Wisata
    • Danau
    • Air Terjun
    • Gunung
    • Air Panas
    • Taman
    • Goa
  • Paket Wisata
  • Tour Gats
  • Hubungi Kami
Tampilkan postingan dengan label Taman. Tampilkan semua postingan

Tanjung Pelita merupakan suatu taman yang bera pada ketinggian 20 m dan permukaan danau. Dulu, tanju ini merupakan pemukiman penduduk dengan nama D( Pidung yang dihuni oleh sekitar 15 rumah.
Menurut orang yang dituakan, Pidung dapat diartikan sebagai hidung, terdapat dua persepsi kenapa lok ini diberi nama pidung (hidung). Pertama, bila dilihat d arah danau secara keseluruhan lokasi ini menyerupai wajah, sehingga tanah yang didiami ini (tanjung) mirip dengan hidung dan di kiri-kanan menyerupai pipi. Kedua, saat penggalian parit bersamaan dengan mulai didiami tanjung ini, masyarakat menemukan batu-batu yang mirip dengan hidung.

Pada tanjung ini tersedia beberapa shelter untuk bersantai serta jalan setapak yang mengelilingi tanjung sehingga keindahan danau dari berbagai sisi tanjung ini dapat dinikmati dengan lebih sempurna. Tanjung Pelita berjarak sekitar 29 km dari Sungai Penuh yang secara administratif termasuk dalam Desa Pendung Kecamatan Keliling Danau.

Daerah Kerinci ditetapkan sebagai sebuah Kabupaten sejak awal berdirinya Provinsi Jambi. Daerah yang mempunyai 11 Kecamatan dengan pusat pemerintahan di Sungai Penuh ini memiliki luas 4.200 km2.

Propinsi ini mempunyai daerah dataran tinggi yang indah, tepatnya di kecamatan Kayu Aro. Kawasan ini kaya sekali akan panorama yang sangat menakjubkan,di sini juga terdapat Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).

Tak hanya menjadi gerbang untuk pendaki, salah satu daya tariknya yang terkenal sejak jaman dahulu adalah Kebun Teh Kayu Aro.

Perkebunan Teh Kayoe Aro dirintis antara tahun 1925 hingga 1928 oleh perusahaan Belanda, Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA). Selain dikenal sebagai perkebunan teh tertua di Indonesia, perkebunan seluas 3.020 hektar merupakan perkebunan teh dalam satu hamparan terluas di dunia.

Selain itu, dengan ketinggian 1.400-1.600 meter dpl Kebun Teh Kayu Aro merupakan perkebunan teh tertinggi ke dua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya (4.000 m dpl).

Pengawasan kualitas yang tinggi, mulai dari perawatan dan pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, hingga pengemasan hingga pengiriman, teh produksi PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI) ini menyandang nama harum sebagai teh dengan kualitas terbaik di dunia.

Aromanya yang khas serta kualitas prima, sebagian besar teh produksi PTPN VI ini diekspor ke manca negara, salah satunya Negara Belanda. Menurut sejarah, sejak turun menurun Ratu Belanda (Ratu Beatrix) sangat menyukai Teh Kayu Aro ini.

Pada tahun 1998 perkebunan dan pengolahan teh Kayu Aro telah dikembangkan sebagai tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara yang merupakan satu kawasan dari jajaran TNKS.
Lihat Video, Klik disini

Pagi ini, Kerinci berselimut tebal awan hitam. Membuat siapapun masih setia untuk bermalas-malasan. Namun, karena ini adalah hari terakhir saya di Kerinci. Jadi tidak ada waktu untuk berleha-leha. Rugi rasanya jika di Kerinci namun belum menikmati semua keindahan alamnya. Dan tujuan saya di hari terakhir ini adalah Aroma Pecco, sebuah tempat rekreasi alam di Kayu Aro. Jika Kayu Aro dengan hamparan tehnya adalah dunia, maka Aroma Pecco yang berada ditengah-tengah nya bisa diibaratkan surga di dunia. Bak oase ditengah permadani hijau yang ditumbuhi pohon tinggi menjulang membentuk sebuah barisan yang tertata rapi. Habitat bagi burung-burung yang hendak singgah diantara kebun teh.

            Saya terkesima, dan tak percuma menembus hujan yang teramat dingin pagi ini. Perlahan ketika memasuki daerah Kayu Aro, awan-awan hitam berarak mesra, sang surya perlahan merangkak menuju singgasana. Hamparan hijau pucuk teh yang masih lembab tertimpa hujan perlahan mulai berubah sejengkal demi sejengkal. Udara khas pegunungan ini sudah mulai terasa ketika menginjakan kaki di belokan pertama memasuki daerah Kayu Aro.
 
Daun-daun teh yang menggulung itu berpadu membentuk sebuah kesatuan lanskap hijau berkontur membentang luas. Hamparan teh terluas di dunia ini kini menjadi salah satu aset negara dibawah PT PN V Bedeng 8 yang dahulu dirintis oleh pihak Belanda. Pabrik pengolahan teh dan perumahan karyawan juga terdapat di area perkebunan ini. Sementara rumah-rumah milik warga terdapat di desa-desa yang menyatu dalam perkebunan teh. Teh atau Camellia sinensis adalah tanaman dataran tinggi yang pertama kali dipopulerkan sejak ribuan tahun yang lalu oleh bangsa China. Dan Kerinci yang merupakan daerah dataran tinggi merupakan tempat yang pas untuk tumbuhnya tanaman teh.  

            Sebelum ke Aroma Pecco saya berbelok menuju Desa Bento yang terletak disebelah kanan jalan raya. Tujuannya adalah untuk melihat kehidupan masyarakat desa yang rata-rata bekerja sebagai petani. Tanah yang sangat subur bisa ditanami apa saja. Selain kebun teh, juga terdapat tanaman lain seperti kol, wortel dan sebagainya. Dan prediksi saya, hanya orang malas lah yang tidak akan sukses di tempat seperti ini. Kehidupan di desa terasa sangat lambat. Pada pagi hari seperti ini, desa teramat sepi. Warga semuanya sedang berada di kebun masin-masing untuk bekerja, yang terlihat ramai hanya di SD dimana anak-anak sedang terlihat begitu riang berlari kesana kemari. Masa kecil yang sangat indah, ditengah padang teh yang sangat luas.Terus melaju mengikuti jalan raya, semakin lama pemandangan hamparan kebun teh yang luas semakin terlihat. Berada di tempat tertinggi Desa Bento terdapat beberapa pohon menjulang seolah menjadi pembatas. Menikmati segarnya udara pagi yang masih asri.
           
            Setelah puas menikmati pemandangan dari Desa Bento, saya melanjutkan ke Aroma Pecco tujuan utama saya. Dari Desa Bento dibutuhkan waktu kira-kira hanya 5 menit untuk sampai di gerbang yang terletak di pinggir jalan raya. Gerbang yang terbuat dari kayu ini sering juga menjadi tempat berhenti pengendara yang ingin istirahat setelah melakukan perjalanan. Sebelahnnya terdapat sebuah bangunan yang sudah tidak terawat lagi yang dahulunya digunakan sebagai tempat pengambilan karcis atau pos penjagaan. Kondisinya yang rusak diperparah dengan banyaknya tindakan vandalisme yang mencoret-coret dinding bangunan. Dari gerbang masuk perjalanan dilanjutkan melewati hamparan kebun teh dengan jalanan yang masih berdebu karena belum teraspal. Sesampainya di ujung jalan, berbelok ke arah kanan sehingga akan menjumpai plang nama selamat datang di taman wisata Aroma Pecco. 
 
            Sesampainya di taman wisata ini, ada dua orang bapak-bapak yang sedang membersihkan halaman dan juga betugas sebagai penjaga. Untuk masuk ke area ini hanya dikenai tiket sebesar Rp 3000 sekaligus sebagai biaya parkir. Di tempat parkir terdapat sebuah bangunan mirip seperti atap rumah tradisional jambi namun dengan ukuran lebih kecil. Suasana pagi di Aroma  Pecco cukup lengang dan sepi sehingga saya bisa bebas mengeksplor area ini.  di area ini terdapat sebuah danau dengan dek diatasnya sebagai objek utama. Dahulu danau ini sering juga dijadikan sebagai tempat berperahu. Namun saat ini saya tidak menyaksikan adanya perahu di samping nya. Menurut  bapak penjaga taman wisata ini, biasanya Aroma Pecco akan ramai jika musim libur atau setelah Idul Fitri dan biasanya fasilitas akan banyak ditambah. Danau di tengah kebun teh ini ibarat surga bagi para pejalan untuk singgah melepas kepenatan. Walau ukurannya tidak terlalu besar namun cukup memukau mata. Sebuah dek yang terdapat diatasnya kondisinya kurang terlalu bagus, beberapa bagian papan penyangga terlihat sudah mulai lapuk dan bolong.

            Kondisi topografi Aroma Pecco yang beragam dimanfaatkan sebagai tempat bersantai dengan sebuah bangku yang terbuat dari semen. Dibeberapa bagian lain, terdapat bangunan yang digunakan sebagai warung. Namun sayangnya saat ini sedang ditutup karena bukan musim liburan. Disekeliling danau terdapat sebuah jalan kecil yang mengitari nya dari ujung ke ujung dengan bunga-bunga disebelahnya. Ke Kayu Aro, rasanya tidak akan lengkap jika belum menggunjungi taman wisata Aroma Pecco ini. Sebuah surga tersembunyi di hamparan permadani hijau kebun teh.

Tebat Gedang Belui berlokasi di atas bukit berisan. Untuk menuju lokasi ini menggunakan kendaraan Roda dua dan Roda Empat melewati lajur dari sungai penuh ke arah tapan dan juga bisa menggunakan lajur melewati Kampus 2 STIA-STIE. Berada dipronama alam ini membuat hati menjadi sejuk karena suasana yang tenag dan damai. Di Tebat gedang ini wisatawan bisa menikmati keindahan alam yang ditumbuhi pohon-pohon pinus ini. Kegiatan yang dapat dilakukan disini bersantai bersama keluarga, Berenang, dan memancing. Tempat ini sangat cocok dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati kesegaran alam Kerinci di pagi dan siang hari.
Dari cerita rakyat bahwa tempat ini dahulunya tidak bisa dikunjungi menggunakan kendaraan, Dimana masyarakat mengunjungi lokasi ini dengan jalan kaki. Yang sering membuat kegiatan disini seperti kegiatan perkemahan oleh anak pramuka maupun organisasi lainnya.


Bukit Tengah adalah sebuah tempat dimana pembangunan pusat pemerintahan Kabupaten Kerinci. Dalam area pembangunan komplek perkantoran ini terdapat sebuah taman yang sangat indah dipandang mata. Tempat ini membuat pengunjung menjadi tenang dan nyaman karena dimanjakan oleh pemandangan Sakti Alam kerinci yang yang membentang luas. Lokasiini cocok untuk anda yang ingin bersantai dan menikmati udara segar di pagi dan siang hari.
Postingan Lama

Get Connected

  • Twitter
  • Facebook
  • Pinterest
  • Google Plus
  • Instagram
  • Soundcloud
  • Flickr
  • YouTube

(C) SimplexDesign 2014 - Simplex Magazine 2 Template - Powered By Blogger | Blogger Templates